Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Persahabatan

 Kenalin aku Nila saat ini aku berada di kelas 12 SMA setiap hari kujalani bersama dengan ketiga sahabatku yaitu Odi, Bagus, dan Ari. Kita berempat sudah bersahabat sejak kecil. Suatu saat kami menulis surat perjanjian persahabatan di sobekan kertas yang dimasukkan ke dalam sebuah botol, kemudian botol tersebut dikubur di bawah pohon yang nantinya surat tersebut akan kami buka saat kami menerima hasil ujian kelulusan. Hari yang kami berempat tunggu akhirnya tiba, kami pun menerima hasil ujian dan hasilnya kita berempat lulus semua. Kami serentak langsung pergi berlari ke bawah pohon yang pernah kami datangi dan menggali tepat di mana botol yang dahulu dikubur berada. Kemudian, kami berempat membuka botol tersebut dan membaca tulisan yang dulu pernah kami tulis. Kertas tersebut bertuliskan “Kami berjanji akan selalu bersama untuk selamanya.” Keesokan hari, Ari berencana untuk merayakan kelulusan kami berempat. Malamnya kami berempat pergi bersama ke suatu tempat dan di situlah saat-...

Tak Terbalaskan

 Kurang hanya dengan 3 bulan saja aku sudah tidak menjadi seorang murid SMA, Tak terasa sudah 3 tahun berlalu banyak kisah yang amat berarti dalam hidupku, baik kisah bahagia maupun kisah yang penuh derai air mata dan ketakutan. berpisah dengan sahabat serta rekan yang telah berjuang bersama mungkin terasa amat menyedihkan, namun inilah kehidupan, Terkadang kita harus melakukan pertemuan dan akan juga melakukan perpisahan , namun percayalah bahwa tuhan telah menyiapkan rencana yang jauh lebih indah untukmu di kemudian hari Entah apa sesuatu yang aneh dan mengganjal saat ini aku berpapasan dengan Zafier, mungkin karena aku harus berpisah dengannya dan menjalani hari-hariku tanpa dirinya. Aku dan Zafier adalah teman sekelas sejak kelas 1, ia lah yang selalu menghiasi hari hariku, senyumnya bagaikan magnet yang selalu membuat aku terpaku, sebenarnya aku ingin lebih dekat tidak hanya sebatas teman, namun aku tak ingin menghancurkan pertemanan yang sudah lama terjalin selama ini hanya k...

Menunggu

 Kau lirik jam tangan hitam yang melingkari pergelangan tangan kiriku dengan perasaan campur aduk. Kesal, bingung, gelisah. Kau perhatikan keadaan sekelilingmu. Sudah sepi. Kau bahkan lupa sudah berapa lama kau duduk terdiam seperti itu. Kau ingin segera beranjak pergi, kalau saja kau tidak ingat janjimu untuk menunggu. Kaudengar langkah mendekat dan kaupalingkan wajahmu menuju sumber suara. Kaulihat dia, berdiri membungkuk sambil menopangkan kedua tangan di lututnya. Napasnya memburu, kau langsung tahu bahwa dia baru saja berlari. "Ma.. maaf aku terlambat". Susah payah dia mengucapkan kata-kata itu. Secara jelas bahwa sosoknya saat itu terlihat menyedihkan. Namun kau terlalu kesal untuk bersimpati. Kau beranjak bangun dari posisi dudukmu dan berkata dengan nada dingin, "Cepatlah, aku mau pulang.“ Kaulihat dia menatapmu dengan sedih. Dia seka peluhnya dengan tangan, lalu mulai berjalan mendekatimu yang telah mendahuluinya. "Sudah berapa lama kau menunggu?“ Tanyanya....

Sayang Sekali

 Terdengar suara ketukan pintu dari luar. “Silakan masuk.” Sambung Pak ridwan dari dalam ruangan. “Maaf, Pak Ridwan ada, Pak?” Kata Pemuda yang datang untuk interviwe. “Engga, silakan keluar!“ “Baiklah.” Kata pemuda tersebut “Di mana Pak Ridwan? Kenapa OB yang berada di dalam?” . “Ya yang di dalam tadi itu Pak Ridwan. Begitulah dia terkadang dia suka menyamar menjadi OB untuk mengetes karyawannya.” Ia menjelaskan. “Maksudnya?” “Dari hasil interviwe tadi kamu telah dinyatakan tidak lulus, Begitulah cara Pak Ridwan mengetes semua para calon karyawannya. Karena dia trauma dengan beberapa karyawannya karena materi.”

Akibat Banyak Menunda

 Tugas ini mudah, bisa dikerjakan besok, ungkap Nila setelah menerima tugas dari guru. Ia pun sepulang sekolah tak langsung mengerjakan tugas, Nila justru bermain handphone hingga larut malam. Esok tiba… Tak seperti ungkapannya tempo hari, Nila tak kunjung mengerjakan tugas karena menurutnya pekerjaan rumah yang diberikan ibu guru bisa dikerjakan dengan waktu singkat. “Nanti saja sebelum sekolah aku kerjakan, malam ini mau santai-santai bermain youtube.” Akhirnya esok tiba, saat melihat tugas keringat dingin lalu mengucur di dahinya. “Sial, tugasnya sulit dan memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.” Karena waktu sudah mepet, Nila memutuskan untuk pergi sekolah dan mengerjakannya di kelas. Namun saat bel masuk berbunyi, Nila tak kunjung menyelesaikan tugasnya. Sampai akhirnya guru datang dan menyuruh untuk menyerahkan tugas yang dijadikan PR dua hari lalu. Berbeda dengan teman-temannya, Nila tampak pucat dan ketakutan karena tugasnya tak selesai. Ia pun akhirnya dimarahi ...